Kategori Artikel : "WARTA DAERAH"

 

PAPAN NAMA MWC NU KEC. BANCAK

NUBANCAK.OR.ID - Kabar gembira datang untuk warga Nahdliyin Kecamatan Bancak, kini bangunan kebanggaannya yaitu Gedung MWC NU Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah telah resmi memiliki papan nama / papan identitas kebanggaan. Hal ini terwujud berkat bertambah solidnya Jajaran Kepengurusan MWC NU Kecamatan Bancak beserta Badan Otonomnya. Dijumpai tim redaksi NUBANCAK.OR.ID disela kesibukannya Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec. Bancak Bapak Muh Sholeh, S.Ag menyampaikan bahwa "ini adalah awal yang bagus untuk semakin berkembangnya NU di Kecamatan Bancak, semoga setelah ini ada kebanggaan lebih terhadap aset NU di Kecamatan Bancak sehingga dapat digunakan secara maksimal dan istiqomah dalam berbagai kegiatan baik yang rutin, dan kegiatan khusus".

Dijumpai terpisah dikediamannya Ketua GP. Ansor Kecamatan Bancak Sahabat Benny Irawan, M.Pd menambahkan "dengan semakin berkembangnya aset NU di Kecamatan Bancak semoga seluruh Warga Nahdliyin khususnya dan warga Kecamatan Bancak pada umumnya untuk menjaga, merawat, dan mengisi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi umat". (DPW)

Berikut adalah titik lokasi Gedung MWC NU Kecamatan Bancak :





Editor : Danang P. W.

Rapat Awal Kepanitiaan
NUBANCAK.OR.ID - Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bancak akan melaksanakan PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) perdana yang akan dilaksanakan pada Sabtu & Ahad, 12-13 Juni 2021 bertempat di GEDUNG MWC NU KECAMATAN BANCAK. 

Rapat perdana panitia dilaksanakan malam ini (23/5) di Gedung MWC NU dipimpin oleh Ketua PAC GP. Ansor Kecamatan Bancak Sahabat Benny Irawan, M.Pd, juga dihadiri oleh Ketua Tanfidziah MWC NU Kecamatan Bancak yaitu beliau Bapak M. Sholeh, S.Ag, pada sambutannya beliau menekankan jajaran MWC NU BANCAK dan masyarakat siap mendukung dengan penuh kegiatan baik ini dalam bentuk materiil dan lainnya.

PKD sangat terbuka bagi seluruh generasi muda di Kecamatan Bancak dan sekitarnya, sehingga bisa segera mendaftarkan diri ke Pengurus Ranting GP. Ansor di desa masing-masing.



Editor : Danang P.W.

Foto Almarhum
Bancak - NUBANCAK.OR.ID

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, kabar duka kembali menyelimuti warga NU Jawa Tengah. Rais Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Thailand KH Hasanuddin wafat karena sakit di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (22/1) malam.

Kabar meninggalnya Kiai Hasanuddin semalam yang beredar luas di grup Whatsapp Jamaah Al-Khidmah maupun di media sosial (medsos). Sosok KH Hasanuddin yang sangat dekat dengan almaghfurlah KH Ahmad Asori Al-Ishaqi Mursyid Thariqah Qadiriyah Wan Naqsabandiyah Al-Utsmaniyah yang bermarkas di Kedinding Lor Surabaya Jawa Timur dikenal sangat supel dan dekat dengan siapa saja. 

Aktivis NU Demak Samsul Huda menyebutkan, KH Hasanuddin selain menjadi dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, juga mengajar di Kampus Universitas Diponegoro (Undip).

"Kiai Hasanuddin dekat dengan siapa saja. Bahkan saat ini beliau masih menjabat sebagai Rais PCINU Thailand meski dalam kesehariannya tinggal di Ungaran, Jawa Tengah sambil menjadi dosen dan mengelola Radio Rasika Grup," jelasnya.

Almarhum KH Hasanuddin (kiri)

Disampaikan, sosok yang pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Tengah juga pernah aktif sebagai Ketua Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) tingkat Jawa Tengah dan nasional.

"Beliau sosok yang tidak bisa diam. Berbagai organisasi ditekuni dan yang terakhir masih aktif di Jamaah Al-Khidmah daerah maupun nasional baik sebagai salah satu pendiri maupun pengurus," terangnya.

Kiai Hasanuddin meninggalkan seorang istri dan dua anak hingga akhir hayat masih aktif di berbagai kegiatan yang diadakan oleh Al-Khidmah di lingkup Jawa Tengah bahkan hingga luar negeri. Termasuk jadi Pengurus Cabang NU di Thailand. 



Sumber

Kontributor : M Ngisom Al-Barony

Editor : Danang P.W.



Rejosari - NUBANCAK.OR.ID

Malam ini (20/1) adalah pelantikan Pengurus Ranting NU Desa Rejosari Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang, pelantikan kali ini berbeda dengan beberapa pelantikan sebelumnya karena diiringi hujan. Namun kehadiran undangan dari sesepuh, tokoh masyarakat, dan kyai sekitar sangat antusias dalam menyambut momen penting ini.

Drs. Khamim Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec. Bancak hadir langsung dalam pelantikan ini, beliau menyampaikan kepada kontributor NUBANCAK.OR.ID bahwa reorganisasi adalah tanda sebuah organisasi yang sehat, dan memiliki semangat juang yang tinggi terutama dalam mengawal aswaja di Kecamatan Bancak pada umumnya dan di Desa Rejosari khususnya.


Ketua terpilih yaitu Bapak K. Abdul Wahab menyampaikan bahwa akan melaksanakn tugas dengan sebaik - baiknya dan akan terus berkoordinasi baik dengan jajaran pengurus ranting maupun pengurus MWC guna sinkronisasi program-program yang akan dilaksanakan kedepannya agar sesuai dengan aturan organisasi.



Kontributor : Darty

Editor : Danang P.W

Penyerahan SK dan Stampel


Bancak - NUBANCAK.OR.ID

Pelantikan Ranting NU Desa Bancak tadi malam (18/1), berlangsung khidmat. Dihadiri oleh segenap masyarakat sekitar, sesepuh, dan para tokoh masyarakat di Desa Bancak. 

Bapak Ramdani Ketua terpilih Ranting NU Desa Bancak, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang menerima SK dan stampel yang diserahkan langsung oleh Ketua Tanfidziah MWC NU Kec. Bancak Drs. Khamim.

Dijumpai kontributor NUBANCAK.OR.ID setelah acara selesai beliau Bapak Ramdani menuturkan bahwa "saya baru pertamakali menerima amanat sebagai ketua ranting, semoga kedepannya dapat amanah dan menjadikan Ranting NU Desa Bancak semakin baik dengan melaksanakan program-program yang nantinya akan disusun bersama jajaran pengurus, semoga bermanfaat".

Acara berlangsung tertib, dan suasana penuh khidmat karena diisi dengan kajian dan juga tahlilan tidak lain untuk mendoakan kita semua agar diberi keselamatan oleh Allah SWT.



Kontributor : Rusli

Editor : Danang P.W.

Bancak - NUBANCAK.OR.ID

Pada 31 Januari 2021 yang akan datang, Nahdlatul Ulama genap berusia 95 tahun dalam hitungan tahun Masehi. Pada tahun ini, tema yang diangkat pada Hari Lahir (Harlah) ormas keagamaan terbesar di Indonesia ini, adalah Khidmah NU: Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan.  

Visualisasi tema besar ini pun sudah terwujud dalam logo Harlah Ke-95 NU. Sang desainer logo, Dain Nur Rafita Ardani Rahmansyah menjelaskan bahwa ada makna filosofis terkandung dalam logo Harlah yang pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar empat hari.  

Dalam desain tersebut terdapat dua bulatan yang menggabungkan angka sembilan dan lima di bagian tengah. Dua bulatan yang berbentuk seperti angka delapan ini dibuat dengan satu tarikan garis memiliki makna konsistensi atau keajegan.   

"Ini sesuai tema yang diusung yaitu konsistensi khidmah NU dalam menyebarkan Aswaja dan meneguhkan komitmen kebangsaan, serta konsistensi dalam membawa Islam yang Rahmatan lil alamin," jelas Dian.

Dalam logo Harlah yang dipadu dengan logo NU di atasnya dan tanggal serta tahun kelahiran NU di bawahnya ini, ada dua warna yang dominan yakni warna emas dan hijau. Bukan tanpa alasan dua warna ini dipadukan dengan apik sehingga mewujudkan logo yang terlihat bersinar.

 "Warna emas menggambarkan kemuliaan, hijau melambangkan kedamaian," jelas Dian.  

Saat penggarapan, Dian mengungkapkan beberapa langkah dan kompleksitas dalam mewujudkan desain ini. Memang menurut Dian, kesulitan yang dihadapi oleh para desainer logo adalah mencari konsep dan memvisualisasikan tema. "Biasanya konsep udah nemu tapi nggak nyambung sama tema," ungkapnya.  

Namun, dengan kesungguhan dan pengalaman dalam dunia desain, akhirnya ia bisa mewujudkan logo Harlah Ke-95 NU untuk tahun 2021. Logo ini nantinya bakal banyak terwujud dalam berbagai media seperti umbul-umbul, bendera, dan berbagai suvenir.

Sumber


Editor : Danang P.W.

 

Drs. Khamim (Ketua MWC Bancak) Menyerahkan SK Kepada K. M. Harkim

Boto - NUBANCAK.OR.ID
Pada awal tahun 2021 ini adalah awal baru bagi kepengurusan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang, baik dari tingkat MWC dan tingkat Ranting. Akan dilakukan pembaharuan kepengurusan dimulai dari pembaharuan kepengurusan tingkat Ranting dan selanjutnya ketika selesai semua Ranting akan dilakukan pembaharuan tingkat MWC dengan mengadakan Musyawarah MWC / Konferancab Nahdlatul Ulama Kecamatan Bancak.

Ranting NU Desa Boto terbaru dinahkodai oleh Bapak Kyai Muhamad Harkim yang berdomisili di Dusun Klumpit Desa Boto,  beliau terpilih setelah melalui musyawarah para sesepuh dan tokoh NU setempat. Drs. Khamim Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec. Bancak menuturkan bahwa proses reorganisasi atau pembaharuan kepengurusan ini sudah sesuai aturan organisasi dan bertujuan untuk menyegarkan kembali kepengurusan dan menambah semangat dalam mengemban amanah organisasi.

Dijumpai saat selesai acara Bapak Kyai Muhamad Harkim selaku ketua terpilih menuturkan akan mengemban amanat dengan maksimal dan bersama jajaran kepengurusan Ranting NU Boto akan kembali menyusun dan melaksanakan program untuk memfasilitasi jamaah terutama di masa pandemi ini agar tetap semangat dalam mengamalkan amalan nahdliyah serta semangat dalam menjalani kehidupan sehari - hari.





Kontributor : Muh Nur Cholis
Editor : Danang P.W.

KONTAK KAMI (VIA E-MAIL)

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget